Minggu, 05 April 2020

Man Jadda WaJada (Bincang "KAMI" BERSAMA AKBAR ZAINUDIN)



Segelas cangkir besar kopi beraroma robusta dengan tambahan sedikit gula dan  beberapa sinkong goreng telah kusiapkan, malam ini ditengah rintik-rintik hujan yang diiringi oleh nyanyian jangkrik dan kumbang menambah sepi suasana. Kulihat arloji Rolex tua-ku yang warna sudah pudar, menunjukkan hampir pukul 20.00 Wita, Kuambil  Handphone yang tergeletak diatas meja kerjaku dan kulihat grup sudah ramai memenuhi beranda muka whatsapp-ku, kulihat Om Jays dan Mas Bam's sudah mulai sibuk mengatur skenario pertemuan malam ini. Tepat jam 20.00 Wita  percakapan online pun terjadi. Kawan-kawan seperjuangan dari berbagai macam daerah tak henti-hentinya melontarkan peluru-peluru pertanyaan yang juga selalu dijawab dengan jala rajutan jawaban dari pak Akbar Zainudin penulis buku "Man Jadda WaJada",  bagai komunikasi sahabat dengan sahabat, yah...mungkin juga dikatakan sahabat baru.




Adapun inti dari percakapan tentang menulis suatu buku, kata bang Akbar," kita harus mencoba untuk  memahami makna kata dari "TOJTRP", yang bila dijabarkan mungkin seperti ini;
    
T = Tema 
Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.

O = Outline (daftar isi)
Gunanya outline:(1). Agar tulisan kita terarah. (2). Bisa buat jadwal dan target. (3). Menghindari "ngeblank" pada saat menulis. (4). Agar bukunya selesai.

J = Jadwal 
Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

T = Tuliskan.
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

R = Revisi
Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.
Merevisi seperti ;
1. Data dan informasi yang kurang.
2. Tata Bahasa
3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.
Ingat baik-baik. Jangan terpaku dengan satu judul artikel sampai sempurna. Selesaikan saja semua draft bukunya, apapun bentuknya. Setelah draft selesai, baru direvisi.

P = Penerbit.
Apa yang menadi pertimbangan penerbit?
Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?

Apakah perlu membayar kepada penerbit?
Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.
Bagaimana cara mengirim naskah?
1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk
Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

 Adapun komunikasi kawan-kawan yang dijawab langsung oleh pak Akbar seperti;
1). Bagaimana cara membuat tulisan yang menarik? karena saya sudah coba beberapa kali menulis, rasanya sangat sulit pak ? pak Akbar : Semua adalah tentang jam terbang dan latihan terus menerus. Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang. Nah, sudah tahu rahasianya kan? Banyak-banyak berlatih. Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit.

2). Outline/ struktur daftar isi untuk naskah fiksi dan non fiksi? pak Akbar : Naskah Non Fiksi: (a) Opening/Pendahuluan. Berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan. (b) Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick). (c) Kesimpulan dan Penutup. Kalau FIKSI; (a) Tokoh, (b) Karakter Tiap Tokoh, (c) Alur atau plot Cerita, (d) Klimaks dan Ending Cerita

3). apakah kita harus fokus pada satu TEMA atau blh berubah..misal tema kita fokus saja ttg motivasi..pendidikan...sosial dsb ? pak Akbar : Ini tentang Branding. Kalau saya lebih suka satu tema, biar branding kita jelas. Boleh 2-3 tema, tetapi yang terkait. Kalau kita ingin dilihat sebagai ahli pendidikan, menulislah selalu tentang pendidikan. Kalau saya, adalah motivasi dan pengembangan diri, maka hampir semua tulisan saya tentang motivasi dan pengembangan diri. Saya sebenarnya ada basic tentang agama dan pemasaran. Namun demikian, kalau tidak terkait dengan motivasi dan pengembangan diri, maka saya tidak tuliskan. Fokus. Menurut saya.

4). Adakah batasan tipis tebalnya suatu buku yg dpt diterbitkan...atau harus berapa judul minimalnya? pak Akbar : Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman.Kalau diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer. karakter itu huruf dan spasi ya...

5) Apakah satu buku itu boleh beda2 judul.dan apakah judul satu artikel dg judul artikel berikutnya ada hubungannya.? pak Akbar : Ada namanya bunga rampai atau antologi tulisan. Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema. Kalau saya sarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada satu tema tertentu. Tujuannya apa, biar pembaca menangkap maksud buku secara keseluruhan.

6). Bagaimana menyiasati dalam mengatur daftar isi dan jadwal yang sudah dituliskan, ternyata di tengah jalan terganggu atau tergoda dengan artikel lain, padahal daftar isi sudah dibuat dan jadwal sudah disusun ? pak Akbar : Kalau sudah punya jadwal, kan kita sudah tahu target menulisnya misalnya satu minggu satu artikel. Kalau di tengah jalan ada terpikir mau menulis satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar. Fokuslah pada target. Daftar isi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan pemikiran kita. Jadwalnya juga bisa menyesuaikan kalau ada pemikiran lain. Intinya, boleh menulis tulisan lain asal jadwal yang sudah kita buat tetap bisa kita jalankan.

7). Bagaimana cara membuat judul yg menarik agar pembaca tertarik dan mau membaca ? pak Akbar : Judul yang Menarik. (1) Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian". (2) Jelas, Tegas, dan Sederhana. (3) Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul.  MAN JADDA WAJADA:The Art of Excellent Life.

8). Selama ini, apakah buku yang pak Akbar kirim ke penerbit selalu diterima dan diterbitkan oleh penerbit? Klo tdk, kira2 apa yg menjadi alasan? pak Akbar : Saya pernah ditolak di salah satu penerbit karena naskahnya kurang lengkap. Setelah saya lengkapi, saya kirim ke penerbit lain, akhirnya diterima. Setelah buku saya diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah buku saya, bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Karena standar penerbitan di Indonesia memang Gramedia Grup. Susah? InsyaAllah kalau tulisan kita bagus, akan diterima.

9). Dalam menyusun outline, apakah membutuhkan pendapat orang lain?  Bagaimana jika ingin merevisi outline, apakah boleh? pak Akbar :  Outline itu gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Boleh berubah. Yang penting, jadwal penulisannya ikut diubah juga. Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja dan mulailah menulis. Kalaupun ada perubahan di tengah menulis, tidak apa-apa, yang penting sudah ada outline awalnya.

10). Apakah dalam menulis buku, sebaiknya temanya mengikuti perkembangan zaman atau tidak? pak Akbar : Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu. Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan. Ada juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Terma-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.

11). Adakah kiat khusus jika ingin menulis tulisan fiksi yang bagus pak? Kemudian apakah kumpulan karya tulis saya yang non fiksi,apakah bisa dibukukan pak? Jika bisa, apakah hasil riset nya juga perlu ditampilkan juga?ataukah hanya sekedar pemaparan teori saja ? pak Akbar : Menulis itu; (1) Yang paling dikuasai, (2) Yang paling disenangi. Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress. Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non fiksi. Yang penting kita senang menulisnya. Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap. Kalau buku yang bersifat umum, hasil penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang dengan bahasa yang populer. Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa masuk, jangan dipaksakan.

12). Berapa kata judul yg baik apa ada pembatasan? pak Akbar : Judul buku biasanya 3 kata.  Kalau kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul. Buku saya; UKTUB: Panduan Menulis Buku dalam 180 Hari.

13). Jika penerbit tidak menerima naskah kita karena kurang lengkap, dan selanjutnya kekurangannya dilengkapi. Apakah boleh mengirimkan naskah yang sudah lengkap kepenerbit yang sama atau harus cari penerbit lain? pak Akbar : Pilihan ada pada kita, boleh mengirim ke penerbit yang sama atau dikirim ke penerbit lain. Kalau saya dulu bertekad, apapun yang terjadi, walaupun ditolak berkali-kali, saya akan terbitkan di Gramedia. Alhamdulillah diterima. Yang tidak boleh adalah mengirim satu naskah yang sama ke beberapa penerbit dalam satu waktu. Tunggu dulu apakah diterima atau ditolak, baru dikirim ke penerbit lain.

14). Waktu bapa masih SMA belajar menulisnya sama siapa apakah ada gurunya kalau boleh tahu siapa gurunya? atau karena kerja keras sendiri cari sendiri dan usaha sendiri. Ide ide muncul dari membaca atau dari mana bisa menjadi penulis yang hebat? pak Akbar : Menulis itu memang butuh mentor. Dari dulu, saya punya mentor menulis. Guru saya. Di pesantren. Selalu menyemangati saya untuk menulis. Dulu, menulisnya di majalah dinding dan majalah siswa. Pas mau buat buku, ada beberapa mentor saya untuk menulis buku. Silakan cari mentornya. Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus banyak membaca kalau ingin tulisannya bagus. Dengan banyak membaca, kita bisa lebih banyak perbendaharaan kata.

15). Jika naskah kita pernah diterbitkan di majalah online bolehkah kita kirim ke media cetak? pak Akbar : Kalau artikel, hanya boleh dikirim ke satu media, baik online maupun offline. Majalah online-nya apa? Kecuali kalau di Blog sepeti Kompasiana, boleh dikirim ke media massa yang lain. Beberapa tulisan saya di Kompasiana diminta oleh media untuk diterbitkan.

Sebagai penutup, Saran beliau adalah segera di-AKSI...!

Tak terasa singkong rebus telah habis dan kopi digelasku hanya meninggalkan ampasnya. Kurebahkan badan dikasur tipisku, mencoba menutup mata sambil mengucapkan Alhamdulillah.

Penulis : Rolly FN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar