Selasa, 14 April 2020

Bincang "GILA" Kami (ROLLY) bersama Prof.R.EKO INDRAJIT




 "MENULIS BUKU dalam SEMINGGU" 
 
Melihat judul "Menulis Buku dalam Seminggu" bagi diri saya sendiri seperti angan-angan, seperti melihat gumpalan awan yang ingin dijangkau. Menulis untuk selember kertas saja susah,  kekurangan ide, suasana hati (mood), tempat dan waktu yang mendukung, kadang bingung langkah bahkan mati pikiran. Yang lebih terpenting dari semua itu adalah bahwa saya harus menulis, tak perduli seberapa banyak jumlah orang yang membaca tulisan saya. Apalagi ditengah wabah Covid-19, imun saya adalah tulisan. Salah satu yang dapat membangkitkan kita dalam menulis terutama saya sendiri adalah Prof. Richardius Eko Indrajit, saya lebih senang memanggil dengan kata Prof. Eko.


Beliau merupakan pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar, narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional.
Lahir di Jakarta, 24 Januari 1969, memulai karir di dunia teknologi sejak duduk di bangku kuliah. Menuntaskan pendidikan di ITS, seolah haus akan ilmu, ia kemudian melanjutkan pendidikan di berbagai macam universitas seperti Harvard University, University of the City of Manyla, Maastricht School of Management, Leicester University, dan London School of Public Relations. Sekembalinya dari luar negeri, ayah dari tiga anak ini sempat bekerja di sebuah perusahaan multinasional seperti Price Waterhouse, Prosys Bangun Nusantara, Renaissance Indonesia, Jakarta Consulting Group, Soedarpo Informatika Enterprise, dan IndoConsult Utama. Namun, ia lantas memutuskan keluar untuk mendirikan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi independen yang membantu banyak perusahaan baik swasta maupun pemerintahan.
Dia aktif pula membantu pemerintah dalam sejumlah penugasan. Dimulai dari penunjukan sebagai Widya Iswara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang diikuti dengan berperan sebagai Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi Sekretaris Jendral Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Staf Khusus Balitbang Departemen Komunikasi dan Informatika, Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi Badan Narkotika Nasional, dan Konsultan Ahli Direktorat Teknologi Informasi dan Unit Khusus Manajemen Informasi Bank Indonesia.
Saat ini ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia untuk menakhodai institusi pengawas internet Indonesia ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) dan menjadi anggota aktif dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dewan Riset Nasional (DRN), dan Dewan Pendidikan Tinggi (DPT).
Selain aktif sebagai konsultan teknologi informasi, suami dari Elisabeth Dhany Retno Putri ini juga menjadi akademisi di beberapa universitas; Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, Bina Nusantara University, Curtin University of Technology, Universitas Trisakti, Edith Cowan University, dan IPMI-Monash University. Tak hanya pandai di bidang pendidikan serta profesional, juga pandai dalam organisasi. Kini, prof. Eko menjabat sebagai Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies dimana ia memimpin lebih dari 700 universitas dan 1.500 program studi di seluruh Indonesia dan President of International Association of Software Architect.

Pendidikan
1. Doctor of Business Administration (1999) University of the City of Manila, Intramuros, Philipina.
2. Master of Business Administration (1997) Leicester University, Leicester City, Inggris.
3. Master of Applied Computer Science (1995) Harvard University, Massachusetts, AS.
4. Bachelor of Computer Engineering (1992) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia.
5. Master of Arts in Communication (Candidate 2005) London School of Public Relations - Jakarta, Indonesia.
6. Doctor of Business Administration (Candidate 2007) Maastricht School of Management, Maastricht, Belanda.

Buku
Dia telah menerbitkan lebih dari 75  buku dan ratusan jurnal nasional di bidang:
  1. bisnis,
  2. manajemen
  3. teknologi informasi
  4. perbankan dan keuangan
  5. telekomunikasi
  6. manufaktur
  7. ritel dan distribusi
  8. penerbangan
  9. industri berbasis layanan lain minyak dan gas
  10. transportasi
  11. pendidikan
  12. kesehatan, dan
  13. ilmu komputer dan sistem informasi dari ABFI Institute Perbanas

                                                 https://widuri.raharja.info/index.php?title=Richardius_Eko_Indrajit



Beberapa hal yang saya tangkap dari pembicaraan kami secara daring dengan Prof. Eko, diulas sebagai berikut :

Ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. dan yang penting harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga tidak mudah terserang oleh virus ini. Saya sudah mengajar semenjak di sekolah dasar, waktu itu saya besar di kota terpencil Dumai di Riau. mengajar sudah menjadi hobby saya dari kecil. sehingga tidak ada hari tanpa mengajar. Saya mengajar macam-macam dari kecil, mulai dari mengajar sandi-sandi pramuka, cara main sulap kartu, membuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya, akhirnya saya jadi dosen sekaligus konsultan seperti sekarang ini. mengajar dan berbagai ilmu serta pengalaman sudah menjadi DNA dalam tubuh saya.
Nah pada saat covid, saya tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka, kalau saya tidak mengajar, stamina menurun, kalau stamina menurun, saya bisa tertular virus. Maka pada hari ke 5 lockdown di rumah, saya putuskan untuk mengajar via streaming YouTube. saya ndak perduli ada atau tidak ada yang nonton, yang penting saya ngajar agar semangat. maka saya buatlah EKOJI CHANNEL di YouTube. Semuanya dimulai pada tanggal 20 Maret 2020. mengikuti seminar virtual saya gratis, nah kalau mau pesan e-sertifikat, dikenakan biaya tambahan 10,000 rupiah - untuk membayar teman-teman yang membantu administrasi, terkejutlah saya ketika seminar pertama tersebut yang ikut 600 orang - dan hingga saat ini yang menonton youtube saya sudah 6,000 orang untuk tema pertama yang namanya DIGITAL MINDSET. Anda silahkan nonton rekamannya di YouTube. Yah lebih terkejut lagi, untuk satu seminar tersebut, yang pesan sertifikat 1,116 orang.... wuih, tiba-tiba saya dapat 11 juta dalam sehari. Akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8 pagi saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang tertarik.

Adapun tanya jawab kawan-kawan yang terjadi secara daring bersama Prof. Eko adalah sebagai berikut :

1. Dari mana ide seminar anda di youtube, serta kemudian mengeluarkan sertifikat ? Prof Eko : idenya sederhana. setiap dosen khan harus membuat laporan kum untuk kenaikan jabatan akademik. biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti sertifikat, nah dengan adanya pandemi ini, semua seminar khan dibatalkan. Artinya ada dua. mereka tidak bisa mendapatkan sertifikat (yang artinya akan kesulitan naik jabatan akademik), dan saya sendiri kehilangan pemasukan. karena pemasukan saya 70 persen dari seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dan sebagainya. Dari semua orang yang ikut itu ternyata 80 persen adalah mereka yang pernah membeli buku-buku yang saya tulis semenjak tahun 1998. Saya menulis buku juga dulu disuruh mahasiswa, karena ada krisis ekonomi 1998, sehingga mahasiswa S2 tidak sanggup beli buku dalam mata uang dolar, akhirnya buku saya yang pertama terbit adalah RINGKASAN dari 50 buku bahasa Inggris yang saya pinjam di perpustakaan untuk meringankan beban mahasiswa yang saya ajar. Judulnya adalah Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi. Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Eeh ternyata buku itu jadi best seller akhirnya yang dulu ketagihan mengajar, menjadi ketagihan menulis. saya dulu spesialis menulis bunga rampai. Setiap ada satu diagram yang menarik perhatian saya, saya jelaskan dalam satu halaman secara ringkas. sebelum tidur menulis satu halaman. Artinya dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman. sehingga buku bisa diterbitkan. sekarang saya sudah menulis lebih dari 75 buku yang diterbitkan, dan ratusan artikel. di era milenium, kebanyakan buku dan tulisan saya bagikan secara gratis, silahkan anda download free di mana-mana, seperti di situs academia, di situs eko.id, dan lain-lain.

2. Menulis buku dalam seminggu? Bagaimana triknya? Bagaimanakah caranya? Prof Eko : Caranya mudah. kita harus mendisrupsi diri sendiri. saya langsung saja pada pokok permasalahan ya, silahkan bukan dan subscribe EKOJI CHANNEL, anda akan melihat beberapa presentasi saya semenjak tanggal 20 Maret 2020 yang lalu. Kemudian pilihlah yang menarik perhatian anda (sesuai yang relatif anda SUKA dan KUASAI). Kemudian saya kasih waktu satu minggu untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judulnya DIGITAL MINDSET. maka anda menjawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebagai berikut; (1) APA yang dimaksud dengan digital mindset, (2) MENGAPA digital mindset dibutuhkan, (3) SIAPA yang harus berubah mindsetnya (4) DIMANA digital mindset harus diterapkan, (5) KAPAN digital mindset diterapkan, dan (6) BAGAIMANA cara menerapkannya. Nah, satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi. Hari ketujuh kasih ke saya. Anda tidak perlu banyak berfikir, karena semua sudah saya paparkan dalam presentasi. Tinggal anda bahasakan saja sesuai dengan yang anda tangkap. Di hari ketujuh, tulisan saya akan saya tambah-tambahkan sana sini. Kemudian saya akan LANGSUNG terbitkan dengan e-ISBN resmi dari perusahaan publikasi saya yang di Yogyakarta, yaitu CV PREINEXUS yang bermitra dengan penerbit lama Graha Ilmu. Anda adalah penulis pertamanya, saya penulis keduanya. Kalau ternyata e-bukunya lagu (kita jual di situs EKOJI CHANNEL dengan harga murah meriah, karena yang penting banyak yang beli). Tertarikkkkk???

3. Mana enaknya jadi penulis atau YouTuber? Prof. Eko : Dulu saya jadi penulis karena masih banyak waktu luang dan waktu itu kan belum ada internet. Nah sekarang karena waktu saya terbatas, maka saya lakukan kombinasi, kalau Sabtu Minggu saya menulis, kalau hari biasa saya jadi Youtuber. bagi saya, buku dan youtube adalah MARKETING BROCHURE atau MARKETING TOOLS, karena orang mengenal kita, baru mereka mengundang kita untuk bicara di acara mereka. dari situlah saya menghidupi keluarga saya hingga saat ini.
     4. Apa yang menjadi modal utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang mau belajar menulis untuk terus bisa menulis seperti yang prof  lakukan? Prof. Eko: Waktu kecil, cita-cita saya sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat keindahan kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah saya jadi penulis, tiba-tiba undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998 sampai 2003, saya sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu. Nah kemudian cita-cita berubah. ingin bisa keliling dunia, dibayarin orang lain. mulailah saya mengunggah tulisan serta powerpoint (biasanya powerpoint dalam bahasa Inggris) ke internet. Dan ehhhh... malah ada undangan dari beberapa negara. Jadi motivasi saya adalah ingin keliling dunia gratis dibayarin orang lain... karena ingin melihat berbagai keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa. Sampai saat ini saya sudah hitung, telah mengunjungi 73 negara. Masih lebih dari 100 negara lagi yang saya ingin lihat. makanya sekarang saya tetap menulis dan jadi youtuber. Maaf, jadi youtuber baru 3 minggu sebenarnya.... (hehehe maklmulah saya generasi X).

5. Apakah boleh kita membuat cerita yg berbeda-beda dalam satu buku ? Prof Eko : Sangat boleh. nanti judulnya adalah sebagai berikut, misalnya: DIGITAL MINDSET: Dilihat dari Berbagai Perspektif. Ada satu youtube dimana saya mewawancarai oo-foundernya Tokopedia, menarik untuk dibuat bukunya.

6. Bagaimana cara membagi waktu menulis dengan jadwal bapak yang super sibuk ? Prof. Eko : Jika anda menyenangi yang anda lakukan, pasti waktu dapat anda alokasikan. sebelum tidur saya terbiasa membuat 3-5 halaman tulisan. saking terbiasanya, sekarnag kalau belum nulis, ndak bisa tidur, dan saya ingin meninggalkan legacy untuk anak cucu saya. sehingga kalau nanti mereka ngecek siapa kakek atau kakek buyutnya, bisa tercatat di internet. itulah cara hidup 1000 tahun lagi. hehehe....

7. Saat pandemi ini, semua kegiatan dilakukan secara online, baik sekolah, kuliah bahkan kerja. Saat wabah nanti berakhir, apakah kegiatan ini bisa memungkinkan dimasukkan ke dalam kurikulum, misalnya Senin-Rabu kegiatan tatap muka di sekolah, Kamis- Jumat secara online.Karena secara tidak langsung ada "memaksa" guru dan murid bahwa era digital class memang sudah harus dilakukan ? Prof. Eko : Saya rasa akan ada perubahan besar-besaran dalam sistem pendidikan kita setelah pandemi ini. teknologi akan banyak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. saya sudah prediksi ini 15 tahun yang lalu. tapi tidak menyangka kita belajar e-learning bukan karena memanfaatkan peluang, tapi karena kita mendapatkan masalah pandemi.
       8. Apakan setiap menulis selalu berpatokan pada 5wh? Urutan 5wh apakah bebas atau beraturan sesuai contoh dari bapak professor ?  Prof. Eko : Tidak. 5WH adalah untuk penulis awal yang ingin belajar menulis. karena sifatnya deskriptif, tapi sangat filosofis. setiap isu apapun, secara filsafat, harus bisa dijelaskan dalam 5W1H. kalau sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai menulis yang sifatnya: eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan lain sebagainya. Contohnya: kalau isunya COVID-19, saya yakin dengan 5W1H, anda bisa membuat satu buku dalam seminggu. apalagi ada banyak referensi di internet saat ini. musuh menulis adalah diri sendiri, motivasi hanya dapat dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, sering saya katakan, pilihlah sesuatu yang anda SUKAI dan KUASAI. kalau sudah terbiasa dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah. itu pengalaman saya.


9. Kalau saya senang menjadi editor, bagaimana menurut Prof.? Prof. Eko : Menurut saya editor lebih sulit pekerjaannya dibandingkan dengan penulis. karena yang diedit tidak sekedar bahasanya, tapi yang penting adalah pesan yang ingin disampaikan ke target audiens terentu benar-benar tersampaikan secara efektif dan efisien. jadi selain ilmu bahasa, seorang editor ulung harus memiliki kompetensi psikologis, linguistik, marketing, pedagogik (untuk buku pendidikan), dan komunikasi (pendekatan interdisipliner).
     10. Bagaimana memulai menulis yg baik. Saya selalu tidak percaya diri mau menulis. Biasanya bila ada ide saya tulis lewat medsos tapi tidak terkoordinir sehingga tidak ada rekam jejaknya? Bagaimana Prof ?  Prof. Eko : Menulis adalah cara kita menyampaikan buah pikiran lewat tulisan. jadi bagi saya semua tulisan adalah baik, karena dilakukan dari hati. ibu pasti punya banyak hal yang ingin diceritakan kepada orang lain. tulis saja apa yang ada di kepala kita. ndak usah takut. kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya. dan pembaca itu macem-macem. kalau saya menulis untuk kakek saya, akan beda bahasanya dengan kalau menulis untuk generasi anak-anak saya. kualitas menulis adalah masalah jam terbang. lama-lama jadi bagus sendiri.... jaman sekarang, tulisan tidak perlu terkoordinir. masukin aja ke internet, maka nanti akan terkoordinir sendiri. karena dalam dunia maya, berlaku data yang unstructured dibandingkan dengan structured. Saya selain menulis, senang juga bikin puisi dan lagu kok.... apapun yang ingin saya sharing, saya tulis. satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah (menurut saya), buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek.... menulis hal-hal yang buruk kalau bagi saya mendatangkan energi negatif.... malah akan mengganggu kehidupan masa kini dan mendatang....

11. Selamat bertemu kembali pak Prof . Eko. Sebelumnya terima kasih buat kiriman Sertifikatnya ke Tana Toraja. Oya pak Prof. bagaimana menjaga kondisi pemikiran agar senantiasa fokus pada apa yang kita akan tuliskan ? Prof. Eko : Supaya fokus, jangan menulis terlampau lama (kecuali anda membuat penelitian atau tulisan dokumenter). Paling lambat 100 hari sudah harus jadi. Karena kalau lama-lama, kita kehilangan folkus, dan ilmu yang mau kita sharing sudah berkembang dan berganti lagi isunya. Makanya saya tawarkan, ayo menulis buku dalam SEMINGGU.... pak Yulius mau menulis dengan saya? DI tahun 2003, saya menulis dengan 20 mahasiwa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, hasilnya adalah 25 buku dalam 6 bulan....

12. Bagaimana mencari inspirasi yang orisinal tapi menarik suatu karya dan cara menuangkannya dalam tulisan maupun video?. Prof. Eko : Pilih satu judul yang lagi trend, bahas dari sisi yang tidak pernah terlihat orang lain. misalnya masalah COVID-19, saya belum pernah melihat orang yang melihat COVID-19 dari sisi peluang.... semua bicara masalah ancaman, kesedihan, ketakutan, dan lainnya. anak-anak jaman sekarang bilang: ANTI MAINSTREAM.

13. Bagi penulis pemula, bagaimana tulisan kita bisa diterbitkan ? Prof. Eko : Menerbitkan buku sekarang tidak kayak dulu. dulu kita yang butuh penerbit. sekarang penerbit yang butuh kita, karena saingan mereka adalah internet. jadi ndak usah takut, anda buat buku, tawarkan ke semua pemerbit. kalau ndak ada yang mau, saya yang terbitkan. syarat terbit di tempat saya sederhana. semua tulisan anda masukan ke cek plagiarisme. sejauh 80 persen orisinal, langsung saya terbitkan. Kalau ingin mengumpulkan bunga rampai karya-karya orang lain, anda harus minta persetujuan masing-masing mereka, kecuali anda membahasakan ulang dan menyitir bahwa itu diambil dari karya mereka.


14. Menarik diperhatikan setiap paragraf yang prof tuliskan. Kenapa selalu diawali dengan pagar dan huruf. apakah ini salah satu trik untuk dapat menulis buku dengan mudah ? Prof. Eko : untuk memastikan anda tidak kehilangan urutan pembicaraan. dan bisa merefer pada point saya nomor berapa. hal ini biasa dilakukan Gunawan Mohanmad dulu waktu membuat kultwit (kuliah twitter). Terima kasih sudah setia menjadi peserta youtube saya. sekarang semua materi dapat didownload secara gratis dan mudah di http://ekojichannel.id. pilih seminarnya, klik SHOW MORE pada poster dimaksud.

15. Saya belum paham dan masih awam ttg yotube, kok youtuber bisa dapat uang? Bagaimana prosesnya? Prof. Eko : Ada cara langsung ada cara tidak langsung. cara langsung adalah seperti saya. silahkan ikut gratis. yang mau e-sertifikat, pesan dan bayar 10,000 ke saya. nah kalau ada 1,000 orang yang pesan, khan saya dapat 10 juta? sama dengan wa sekarang, kalau anda mau dapat sertifikat dari saya yang ditandatangani saya dan Oom Jay, silahkan pesan ke Oom Jay. nanti 40 persen untuk saya, 40 pesen untuk Oom Jay, dan 20 persen untuk Mas Bams....hehehehe.... Cara lainnya adalah, gara-gara saya streaming Youtube, hingga hari ini sudah ada pesanan saya streaming ke perusahaan mereka langsung. saya sudah dapat 10 pesanan. mereka bayar langsung ke saya. Cara tambahan lainnya adalah, apply adsense ditaruh di youtube channel anda. nanti setiap laki ada sponsor, maka sebagian akan masuk ke pundi-pundi kita.

16. Seminggu jd satu buku? Apakah ada target jml halaman? Karena byk orang tahu prinsip 5w+1H tapi sulit mengembangkan hingga mjd berlembar-;embar bahkan bisa jd satu buku ? Prof. Eko : Bisa. caranya kita mendisrupsi diri sendiri. anggap saja kalau dalam seminggu buku tidak jadi, kita dipecat oleh organisasi tempat kita bekerja. pasti itu buku pasti jadi. nah cara lain dibalik. kalau anda saya kasih waktu seminggu untuk membuat 25 halaman saja mengenai 5W 1H dan TIDAK BOLEH LEBIH, maka anda akan cenderung berfikir fokus dan menulis yang penting-penting saja.


17. Adakah aturan tata cara penulisan, format kertas, huruf, dan lain-lain ? Prof. Eko: Tidak ada. semua tergantung anda dan saya. kalau anda tertarik, pilih satu judul. saya kasih struktur bukunya, dan kita menulis. minggu depan kita sharing di wa ini. bagaimana ? siap menerima tantangan ini? no worry, selama seminggu ini saya bimbing anda secara pribadi via wa. Berikut saya kasih buku yang saya buat dalam 3 hari dan laku keras dahulu.

18. Pak saya mau tanya...bagaimana caranya supaya kita benar benar bisa fokus dalam menulis sehingga kita dapat menyelesaikan tulisan dengan cepat...soalnya kita juga bekerja ? Prof. Eko :  seperti saya sampaikan dahulu Bu, ibu pilih satu judul. kemudian ceritakan secara 5W1H di hari Sabtu dan Minggu. feeling saya Ibu bisa selesai antara 25-30 halaman. sisa waktunya 5 hari di hari kerja untuk tambah kurangi. jangan mulai dari hari Senin, pasti tidak jadi-jadi. saya selalu memulainya dari Jumat malam, karena Sabtu dan Minggu ada waktu luang lebih banyak


19. Jika menulis di blog berbahan dari ekoji channel atau sumber lain nantinya, apakah harus selalu dicantumkan sebagai referensi? Prof.Eko :  khusus untuk saya, ilmu saya adalah open source. siapa aja boleh menikmatinya. namun agar anda terbiasa, pakailah istilah attribution - artinya secara langsung atau tidak langsung anda mention dari mana ide tulisan diambil. memang etikanya begitu... agar nanti jika anda sudah punya ide orisinil, orang juga akan melakukan hal yang sama terhadap tulisan saya. dulu kita sering dinasehati ayah ibu: "kata nenek.... atau kata kakek" ... nah itu adalah contoh atribusi yang sederhana.
20. Bagaimanakah konsep literasi digital yang sesuai dengan negara kita, karena banyak informasi yg luar biasa banyak dan orang cenderung percaya dg semua ingormasi tsb. Bagaimana mengatasi jika dikaitkan dg digital Mindset? . Prof. Eko :  Thats a good point mbak Iin. Judul bukunya adalah LITERASI DIGITAL ALA NUSANTARA. penulisya adalah anda dan saya. kita tulis mulai besok dalam seminggu? bekalnya cuman niat dan internet.


21.  Ada trik khusus apa agar tidak buntu cari sambungan ideProf. Eko : Anda hebat. saya mau nulis novel aja belum sempat-sempat. agar tidak buntu, ketika ide muncul, dan sedang menggebu-gebu, tulislah sampai tuntas. saya terkadang kalau lagi IN, bisa ndak mandi atau makan. takut kehilangan ide, gagasan, dan semangat. kayak waktu jaman pacaran dulu deh... kalau lagi mood kan tidak ada yang bisa menghalangi. makan tak enak, tidur tak nyenyak, karena cinta.

22. Bagaimana Prof bagi waktu antara menulis dengan pekerjaan sehari-hari. Apalagi banyak tugas sampiran yg harus segera diselesaikan. Belum dengan pekerjaan Di rumah tangga . Kalau saya sebagai ibu RT yg harus menyiapkan segala sesuatu di rumah/ dalam pertemuan2 , Panitia lomba di dinas kota, kecamatan dll. Terkadang sampai bingung mana yg harus diselesaikan dulu. Kalau kita sdh memberikan skala prioritas. Bisa menulis buku secepat itu. Keinginginan ada tapi terbentur kegiatan lain. Mohon pencerahanProf. Eko ; Jangan waktu mengatur kita, kita yang harus mengatur waktu. paling tidak alokasikan hari Sabtu dan Minggu seharian. bikin kontrak tak tertulis dengan suami/istri dan anak-anak.... buatlah menulis sebagai sesuati yang PENTING dan GENTING, sehingga harus segera dikerjakan... itu namanya prioritas

23. Bagaimana Prof. menilai baik tidaknya sebuah buku apa yg pak prof jadikan tolak ukurnya ? Prof. Eko :  Sederhana, kepuasan pembaca. karena pembaca yang puas, akan merefer ke orang lain. akibatnya buku habis dibeli. dan dicetak lagi... intinya setiap buku punya target audiens yang ingin diraih. selagi mereka merasa mendapatkan sesuatu, berarti buku tersebut baik adanya.... (secara etika manfaat yang dirasa adalah yang baik-baik, bukan dalam hal buruk).

24. Saya tertarik ketika melihat judul strategi membangun ekosistem e learning,,bolehkah dijelaskan sedikit tentang judul tadi? Prof. Eko : Cara membangun ekosistem di organisasi yang ingin menerapkan e-learning. karena di dalam ekosistem ada banyak komponen yang harus dipersiapkan komponen tersebut. seperti apa jenisnya? silahkan tonton secara lengkap... dan jangan lupa, subscribe, like, share... dan bunyikan loncengnya.

25. Menurut prediksi Prof arah pembelajaran masa depan yang sesuai dgn kultur masyarakat Indonesia yang maaf kurang suka membaca seperti apa? Prof. Eko :  semua akan lari ke blended learning, dimana antara model pembelajaran formal, nonformal, dan informal akan menjadi satu - yang difasilitas dengan teknologi informasi.

26. Saya baru buka dan baca daftar isi saja sudah yakin ini bukan sembarang waktu yang di gunakan, pengetahuan, baca dan merangkai tulisan..saat ini saya hanya bisa bilang super sekali..bisakah saya menulis seperti anda prof Prof. Eko :  Anda bisa menulis jauh lebih baik dari saya. soalnya anda ada yang mengajari dan ada yang mau mendampingi. Saya dulu harus belajar dan jatuh bangun sendiri. pepatah mengatakan: ala bisa, karena biasa. tak kenal, maka tak sayang. menulis adalah masalah jam terbang. semakin anda sering terbang, akan semakin mulus take offl terbang, dan landingnya....


Ayo menulis bersama saya, 
anda penulis pertama, 
saya penulis kedua.
Penulis : Rolly FN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar